Ini tentang aku, gadis desa yang bermimpi kuliah di STAN Jakarta. Berawal dari seminar yang kuikuti bersama  kelima rekanku di pendopo Kota Pinang benar-benar membakar semangatku untuk kuliah disana. Dan mengikuti bimbel Adzkia STAN. Kusampaikan niat itu kepada ibunda tercinta, alhamdulillah ia mengizinkan. Sekitar tujuh kali pertemuan yang mampu kuikuti, sudah pasti tidak lengkap ilmu yang kudapat, karena dalam sebulan seharusnya 12 pertemuan ditambah diskusi menemui tentor. Wajar saja, kala itu sekolahku masih masuk siang sampai sore, dimana berlangsungnya bimbel tersebut. Ditambah jarak rumahku ke SMAN1 Rantau Selatan hampir memakan waktu satu jam menggunakan sepeda motor.

Aku bersama sahabatku Desi Elvina Wati berboncengan kesana. Alhamdulillah karena Juara Umum sekolah aku hanya membayar ke mitranya saja 250 ribu rupiah. Padahal biaya paling murah ialah kelas premium sekitar satu jutaan. Ini kali pertama aku mengikuti bimbel di sekolah orang lain. Dan aku juga mendapatkan kenalan baru. Di bangku ini kami berjuang bersama. Tentornya ahli, baik, dan sopan, namun tak semua pengajaran mampu kuserap. Bagiku mereka menjelaskan begitu cepat tidak seperti guruku di sekolah. Karena memang mengejar waktu sekitar H-60 lagi kami USM PKN STAN. Pelajaran yang tertinggal kuminta dari rekan yang hadir. Foto memfoto buku atau papan tulis  hal yang tak asing di bimbel. Semaksimal mungkin ku ulangi pelajaran di rumah. Di samping kesibukan tugas sekolah, rumah, dan persiapan Fahmil Quran di Torgamba. 

Waktu berlalu, Alhamdulillah MTQ dan UN sudah kulalui. Tinggal berangkat ke Medan di malam harinya pasca UN paginya bersama Desi, ibundanya dan ibundaku. Sesampainya di Medan berubah status jadi anak kos. Pertama kali juga aku ngekos di Apotik Istana 1 di Jln Iskandar Muda. Dekat dari tempat bimbel. Tibalah USM yang dinantikan dan ketika pengumuman ternyata tak ada namaku. Aku mencarinya dengan teliti. Sudahlah, bukan rezekiku. Sedih sekali, ibundaku menghiburku. 

Akhirnya, aku kuliah di UIN Sumatera Utara Medan jurusan Pendidikan Matematika (lulus jalur SPAN-PTKIN tanpa testing). Impianku untuk masuk STAN tetap terjaga. Aku juga mengikuti bimbel disini. Gratis untuk kelas alumni. Dari kosku ke tempat bimbel 30 menit juga naik angkot. Mulai September 2017 hingga Juni 2018 masa persiapan belajarku. Tahun dimana persiapanku lebih banyak dibanding kemarin. Di tanggal 1 Juli 2018  aku ujian, kali ini menggunakan komputer jadi langsung tampak hasil ujian kita. Hanya sekali ujian, SKD poinku tinggi, TPA minim, TBI pas-pasan. Dan ketika pengumuman tak ada juga namaku. Pasca ujian saja aku sudah menangis dengan nilai yang tak kuyakini mampu masuk kecuali ada keajaiban. Hatiku begitu pilu, tak berdaya. Impianku telah kuusahakan maksimal. Namun Allah berkehendak lain. Keluarga dan sahabat menyemangati diriku untuk bangkit dari kegagalan.

Bulan Juli ini kali pertamanya aku merasakan benar-benar kuliah di UIN Sumatera Utara. Aku harus bersyukur mampu kuliah disini, masih banyak di luar sana yang mengidamkan posisiku. Juli ini juga aku mendaftar Beasiswa Unggulan. Alhamdulillah aku lulus berkas (air mata mengiringi) aku tak percaya, padahal pendaftarnya ribuan orang seluruh Indonesia. Di bulan Agustus tes wawancara di UNSYIAH Banda Aceh dengab mengendarai mobil sewa bersama rekan sekelas yang juga lulus berkas, sekitar 14 jam dari kos tempatku tinggal. Hingga November  barulah hasil akhir aku dinyatakan sebagai Awardee Beasiswa Unggulan Kemendikbud RI Batch 2 2018. 

Terkabulnya hajat sungguh nikmat-Nya yang dahsyat. Allah mengabulkan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan. Aku yakin ada hikmah dibalik ketidaklulusanku di STAN padahal sudah dua kali ku mencobanya. Dan kelulusanku di Beasiswa Unggulan melukis pelangi nan indah. Pertama kalinya ku mengenal BU juga di bulan Juli ini, dan merupakan kesempatan terakhir bagiku tuk mendaftar. Sebagai tantangan nih, karena maksimal mendaftar mahasiswa Sem II. Aku termasuk di dalamnya. 

Terima kasih Tuhan, Kau telah gantikan impianku dengan yang lebih baik dan sangat kubutuhkan. Aku tetap mencintai kampus itu selamanya, aku berharap semoga sebelum tamat kuliah aku dapat ke Jakarta menginjakkan kaki di bumi Ali Wardhana Aamiin Allahumma Aamiin…

Credit : Nurhasanah

Leave a Reply

Knowlej.id

Universitas Padjadjaran
Jatinangor
Jawa Barat. Indonesia

Telp : 085725560057

X