Menjadi beda atau menjadi luar biasa adalah satu prinsip yang selalu aku pegang. Di era yang bergerak cepat ini, sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk menuntut diri sendiri supaya dapat terus bisa selangkah lebih maju dibandingkan orang lain. Iya, melangkah bersama memang seru, tapi tetap saja kita harus menghadapi kemungkinan untuk sewaktu-waktu harus melangkah sendiri.

Gimana ya supaya aku tidak menjadi biasa-biasa saja?

Prinsip ini muncul ketika aku menempuh pendidikan sekolah menengah atas, kebetulan aku berasal dari Kota Tasikmalaya, dan aku berada di salah satu SMA ter-favorit di kota ku. Aku sadar, ketika SMP aku masih bisa meluangkan waktu lebih untuk bermain game online, maka SMA sepertinya sudah tidak boleh sebebas itu, karena fase berikutnya adalah masuk perguruan tinggi, masa depan nya taruhanku.

Ketika pertama kali masuk kelas, satu atau dua minggu memulai pembelajaran di kelas, aku sadar betul, rekan-rekan kelas ku banyak sekali yang lebih rajin (dan otomatis lebih pintar) dari aku. Banyak yang punya kebiasaan setelah sekolah langsung les lah, belajar mandiri di rumah lah, dan lain sebagainya. Sedangkan aku? Yah kalau ada PR ya dikerjain, kalau mau ada ulangan baru mulai baca-baca dan belajar lagi, itupun jarang banget ada yang “masuk” hahaha.

Dulu, prinsip ini muncul karena rasa pesimisku terlebih dahulu, aku berterima kasih tuhan menciptakan rasa pesimis, karena jika tidak, mungkin aku akan terus berpikir menjadi orang yang biasa-biasa saja. Aku pesimis, kalau tentang akademik, kayaknya aku sudah tertinggal sangat jauh, dan aku gabisa memberikan kontribusi untuk sekolahku melalui memberikan sumbangsih lewat piala-piala lomba atau OSN. Lalu, bagaimana ya caranya aku tetap bisa memberikan kontribusi untuk sekolahku? Ah, aku tau, masuk organisasi mungkin bisa memberi jawaban!

Singkatnya, aku masuk salah satu organisasi yang sangat dipandang di sekolah ku, aku ikut tahapan kaderisasi, dilantik menjadi anggota, sampai pada akhirnya ada kesempatan untuk aku bisa menjadi ketua organisasi tersebut. Menjadi ketua organisasi yang aku ikuti harus melalui beberapa tahapan panjang, ada tiga kali test, lalu yang terakhir ada proses pemilihan yang dilakukan oleh siswa.

Di organisasi ini aku belajar, ketika dulu orientasi ku ber-organisasi adalah untuk mencari jawaban, tapi jadinya organisasi ini malah menjadi jawaban! Kami harus mencoba untuk mempedulikan kebutuhan siswa, kami harus mencoba untuk bisa menyarankan suatu hal terhadap kebijakan sekolah, dan lain sebagainya. Disinilah prinsip ku mulai terus membara, ternyata, bentuk kontribusi kita terhadap lingkungan itu tidak bisa hanya dinilai melalui satu perspektif. Ternyata banyak jalan menuju Roma itu benar. Banyak cara supaya aku tidak menjadi orang yang biasa-biasa saja, yang terpenting adalah, kita harus mau untuk mencari peluang dan jangan takut untuk belajar. Percayalah, prinsip ini terus aku pergunakan bahkan saat aku kuliah, ikutan BEM dan lain sebagainya. Bahkan sekarang, ketika aku sudah lulus dan mencoba untuk beranjak ke fase hidup berikutnya, aku masih optimis, bahwa tidak menjadi biasa-biasa saja akan mengantarkan kita menuju jalan yang luar biasa.

Credit: Muhamad Glenaldi Dwiputra

Leave a Reply

Knowlej.id

Universitas Padjadjaran
Jatinangor
Jawa Barat. Indonesia

Telp : 085725560057

X