CNN Indonesia – Senin, 27 Juli 2020, 07:09 WIB

Bersepeda memang tengah jadi tren di Indonesia khususnya di Jakarta. Ada yang suka bersepeda di pagi hari dan ada juga yang malam hari.(Pixabay/Skitterphoto)

Bersepeda memang tengah jadi tren di Indonesia khususnya di Jakarta. Ada yang suka bersepeda di pagi hari dan ada juga yang malam hari.

Mana sebenarnya yang lebih baik antara bersepeda pagi atau malam hari?

Dalam tayangan IG live CNNIndonesia TV beberapa waktu lalu, dokter kesehatan olahraga Andhika Raspati mengungkapkan bahwa pada dasarnya olahraga pagi dan malam sama baiknya.

Namun dia berpendapat bahwa olahraga pagi hari akan mendapat manfaat yang lebih banyak.

“Kalau olahraga pagi hari itu udaranya masih fresh, jadi efek positif usai olahraga masih terasa.”

“Misalnya, fokus bagus, ceria, semangat, dan itu akan bantu produktivitas kerja.”

Hanya saja terkadang ada orang yang tak sempat berolahraga di pagi hari dan melakukannya di malam hari. Andhika mengatakan itu sah-sah saja.

Akan tetapi dia menyarankan agar pesepeda dan pelaku olahraga lainnya harus berhati-hati saat olahraga malam hari.

“Kalau olahraga malam hari harus cari tempat yang aman. Aman dari kejahatan dan aman pencahayaannya. Karena ada banyak kasus pesepeda jatuh karena jalanannya gelap atau kena begal.”

“Dan saya pernah baca dari BMKG ada laporan bahwa kalau malam, ketinggian polusi itu sejajar dengan manusia. karena dingin, polutan turun sampai dekat tanah, jadi lebih berbahaya.”

Hanya saja data tersebut butuh pengecekan lebih lanjut.

Selain itu, jika melakukan olahraga di malam hari, Andhika menyarankan agar jauh dari keramaian dan hindari tempat yang banyak polusi udara.

Tak cuma itu, dia yang harus diperhatikan lainnya adalah jangan sampai olahraga malam mengganggu waktu tidur dan mengurangi porsi tidur.

Jangan lupa untuk memberi jeda antara olahraga dengan waktu tidur.

“Habis olahraga butuh waktu pendinginan dan keringat kering. Pasalnya ada after burn. Ketika sudah beres latihan tapi badan masih hangat dan itu kadang bikin susah tidur.

“Ada penelitian bahwa memberi jarak yang pendek antara tidur dan latihan tidurnya akan jadi tidak nyenyak. Minimal 2 jam, suhu turun, jantung turun baru bisa tidur nyenyak.”

Andhika mengungkapkan untuk tak lupa memakai masker, jaga jarak, dan menjaga kebersihan.

“Tidak udah usah ramai-ramai sendirian aja kalo takut berdua atau bertiga saja. Jangan biasakan datang, latihan, dan nongkrong, tapi datang, latihan, dan pulang.”

Leave a Reply

Knowlej.id

Universitas Padjadjaran
Jatinangor
Jawa Barat. Indonesia

Telp : 085725560057

X